Pembelajaran kooperatif
A. Model pembelajaran kooperatif
TUGAS III
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
“Pembelajaran Kooperatif”
Disusun Oleh:
Ega Putri Utami
(1820114)
Kelas: 4.4 PGSD
Dosen Pembimbing
Yessi Rifmasari, M. Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN(STKIP) ADZKIA
PADANG
2020
A. Model pembelajaran kooperatif
Menurut Isjoni (2009: 15) pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompokkelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 5 orang dengan struktur kelompok heterogen.
Sedangkan menurut Sunal dan Hans dalam Isjoni (2009: 15) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada siswa agar bekerja sama selama proses pembelajaran.
Selanjutnya Stahl dalam Isjoni (2009: 15) menyatakan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan belajar siswa lebih baik dan meningkatkan sikap saling tolong-menolong dalam perilaku sosial.Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar (Sugiyanto, 2010: 37).
Jadi dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok.
B. Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif
Menurut Suyanti (2010: 99-100) karakteristik pembelajaran kooperatif dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Pembelajaran secara tim
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran secara tim. Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat siswa belajar. Semua anggota tim (anggota kelompok) harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itulah, kriteria keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh keberhasilan tim.
b. Didasarkan pada manajemen kooperatif
Sebagaimana pada umumnya, manajemen mempunyai empat fungsi pokok yaitu Perencanaan, Organisasi, Pelaksanaan, dan Kontrol. Demikian juga dalam pembelajaran kooperatif. Perencanaan menunjukkan bahwa pembelajaran memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan secara efektif. Pelaksanaan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif harus dilaksanakan sesuai dengan perencanaan melalui langkah-langkah pembelajaran yang sudah ditentukan termasuk ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati bersama. Fungsi organisasi menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pekerjaan bersama antar setiap anggota kelompok. Oleh sebab itu, perlu diatur tugas dan tanggung jawab setiap anggota kelompok. Fungsi kontrol menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui tes maupun non tes.
c. Kemauan untuk bekerja sama
Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok. Oleh sebab itu, prinsip bekerja sama perlu ditekankan dalam proses pembelajaran kooperatif. Setiap anggota kelompok bukan saja harus diatur tugas dan tanggung jawab masing-masing, akan tetapi juga ditanamkan perlunya saling membantu, misalnya siswa yang pintar membantu siswa yang kurang pintar.
d. Keterampilan bekerja sama
Kemampuan untuk bekerja sama itu kemudian dipraktikkan melalui aktivitas dan kegiatan yang tergambar dalam keterampilan bekerja sama. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota lain. Siswa perlu dibantu mengatasi berbagai hambatan dalam berinteraksi dan berkomunikasi, sehingga setiap siswa dapat menyampaikan ide, mengemukakan pendapat dan memberi kontribusi kepada keberhasilan kelompok.
Menurut Arends (2007: 5), bahwa pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.Siswa bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan belajar.
2.Tim-tim itu terdiri atas siswa-siswa yang berprestasi rendah, sedang, dan tinggi.
3.Jika memungkinkan, tim-tim itu terdiri atas campuran ras, budaya, dan gender.
4.Sistem reward-nya berorientasi kelompok maupun individu.
C. Rumpun Model Pembelajaran
1. Model pembelajaran pengolahan informasi
adalah bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi yaitu : cara-cara manusia menanggapi rangsangan dari lingkungan, mengorganisasikan data, mengendalikan masalah dan mencoba mencari solusinya serta mengembangkan konsep-konsep bahasa untuk menanggani masalah tersebut.
2. Rumpun model-model pembelajaran individu
Adalah memfokuskan pada pengembangan pribadi dengan menekankan pada proses mengkonstruksi dan mengorganisasi realita yg memandang manusia sebagai pembuat makna.
D. Pengertian model Pemprosesan informasi
Pemrosesan informasi secara sederhana dapat diartikan suatu proses yang terjadi pada peserta didik untuk mengolah informasi, memonitornya dan menyusun strategi berkenaan dengan informasi tersebut dengan inti pendekatannya lebih proses memori dan cara berpikir. Proses informasi yang efektif meliputi perhatian, memori dan proses berpikir.
Perubahan-perubahan dalam pemrosesan informasi dipengaruhi oleh meningkatnya kapasitas dan kecepatan pemrosesan. Dua karakteristik ini lazimnya disebut sebagai sumber daya kognitif yang diyakini memiliki pengaruh penting dalam memori dan penyelesaian masalah.
besar psikolog proses informasi berpendapat bahwa peningkatan kapasitas akan meningkatkan kecepatan pemrosesan informasi.contohnya saat kapasitas pemrosesan informasi anak meningkat, mereka mampu menyimpan beberapa topik atau masalah secara bersamaan dalam pikiran mereka, sementara anak yang lebih muda cenderung mmemfokuskan hanya satu dimensi.
E. Pengertian Model personal
Model personal (personal family) merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada proses pengembangan kepribadian individu siswa dengan memperhatikan kehidupan emosional. Hal ini meliputi pengembangan proses individu dan membangun serta mengorganisasikan dirinya sendiri. Model memfokuskan pada konsep diri yang kuat dan realistis untuk membantu membangun hubungan yang produktif dengan orang lain dan lingkungannya.
model pembelajaran personal adalah untuk meningkatkan kesehatan mental dan emosional anak-anak, dan keterlibatan anak-anak dalam menentukan/memilih apa yang ingin dipelajari dan bagaimana mempelajarinya, sehingga ada kesesuaian yang tinggi antara bahan belajar dengan kebutuhan anak, mengembangkan pemahaman diri ( self-consept), kreativitas, dan kemampuan anak dalam mengekspresikan diri dengan lebih baik. Model personal dan sosial dapat diterapkan untuk mencapai tujuan sosial dan akademis, akan tetapi masing-masing model memiliki kekuatan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.
F. Pengertian model sosial
Menurut Sagala (2006:1-15) model pembelajaran sosial adalah model yang lebih terfokus pada hubungan individu (siswa) dengan individu lain (bukan guru ataupun bukan teman sekelasnya) . Dalam pembelajaran ini siswa terlibat dalam alam masyarakat.
Sedangkan menurut Ini Hamzah (2008:25) model sosial adalah model yang lebih menekankan hubungan individu dengan masyarakat atau orang lain, terlibat dalam proses demokratis dan bekerja sama dengan masyarakat secara produktif.
Terimakasih
Bagus
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusBagus artikelnya, tapi perbaiki tulisannya sedikit lagi
BalasHapusterima kasih sudah di share kak, smoga bisa membantu saat pembuatan makalah
BalasHapuswaaah artikelnya bagus, sangat membantu dalam menyelesaikan tugas kuliah
BalasHapus