Prosedur Pembelajaran



TUGAS IV
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
Tentang
“Prosedur Pembelajaran”




Disusun Oleh:

Ega Putri Utami

(1820114)

Kelas: 4.4 PGSD

Dosen Pembimbing:

Yessi Rifmasari, M. Pd


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN(STKIP) ADZKIA
PADANG
2020


A. KEGIATAN PRA dan AWAL PEMBELAJARAN
            1.Kegiatan pra pembelajaran
                     adalah kegiatan pendahuluan pembelajaran yang diarahkan untuk menyiapkan siswa mengikuti pelajaranu. 
         Fungsikegiatan tersebut utamanya adalah untuk menciptakan awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. 

Efisiensi waktu dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran perlu diperhatikan, karena waktu yang tersedia untuk kegiatan tersebut relatif singkat sekitar 5 (lima) menit. Oleh karena itu, dengan waktu yang relatif singkat diharapkan guru dapat menciptakan kondisi awal pembelajaran yang baik, sehingga aktivitas-aktivitas pada awal pembelajaran tersebut dapat mendukung proses dan hasil pembelajaran siswa. Kegiatan prapembelajaran biasanya bersifat umum dan tidak berkaitan langsung dengan kompetensi atau materi yang akan dibahas dalam kegiatan inti pembelajaran.

Upaya yang dapat dilakukan guru pada tahap prapembelajaran diantaranya adalah sebagai berikut :

1.      Menciptakan sikap dan  suasana kelas yang menarik
Kondisi belajar dapat dipengaruhi oleh sikap guru di depan kelas. Guru harus memperlihatkan sikap yang menyenangkan supaya siswa tidak merasa tegang, kaku bahkan takut. Kondisi yang menyenangkan ini harus diciptakan mulai dari awal pembelajaran sehingga siswa akan mampu melakukan aktivitas belajar dengan penuh percaya diri tanpa ada tekanan yang dapat  menghambat kreativitas siswa. Di samping itu, perlu adanya kesiapan maupun penataaan alat-fasilitas kelas yang memudahkan siswa beraktivitas belajar dalam kelas. Hal kecil juga dapat berpengaruh terhadap kondisi belajar misalnya kebersihan dan kerapihan tempat belajar. Memberikan salam di awal pertemuan dan berdoa sebelum pelajaran dimulai.

2.      Memeriksa kehadiran siswa/mengabsen
Kegiatan yang biasa dilakukan guru pada jam pertama pembelajaran adalah mengecek kehadiran siswa. Untuk menghemat waktu dalam mengecek kehadiran siswa, guru dapat mengajukan  pertanyaan kepada siswa yang hadir tentang siswa yang tidak hadir dan alasan ketidakhadirannya. Secara tidak langsung guru telah memberikan motivasi terhadap siswa, berdisiplin dalam mengikuti pelajaran dan membiasakan diri apabila tidak hadir perlu memberitahukan pada guru yang disampaikan melalui temannya secara lisan atau tertulis.

3.      Menciptakan kesiapan belajar siswa
Kegiatan pembelajaran perlu didasari oleh kesiapan dan semangat belajar siswa. Kesiapan (readinees) belajar siswa merupakan salah satu prinsip belajar yang sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

4.      Menciptakan suasana belajar yang demokratis
              Suasana belajar yang demokratis harus dikondisikan sejak awal pembelajaran, guru harus selalu memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan kreativitas.

a.       Melaksanakan Kegiatan Apersepsi dan atau Melaksanakan Tes Awal
Penilaian awal atau pre tes tujuannya adalah untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana materi atau bahan pelajaran yang akan dipelajari sudah dikuasai oleh siswa. Kemampuan awal tersebut sebagai dasar untuk kelanjutan bahan pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa. Pelaksanaan pre tes (tes awal) perlu dilaksanakan untuk dapat menjajagi bahan pelajaran apa yang sudah dikuasai oleh siswa. Kegiatan guru dalam apersepsi lebih menitik beratkan pada kegiatan mengulas (secara singkat) tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari dengan yang akan dipelajari sehingga keterkaitannya dapat dipahami siswa. 
 pelajaran sebelumnya atau dengan kegiatan-kegiatan yang siswa alami sebelumnya.

2.   KEGIATAN AWAL PEMBELAJARAN
            Kegiatan awal pembelajaran adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk menyiapkan siswa yang langsung berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Kegiatan awal pembelajaran dilaksanakan untuk menyiapkan mental siswa dalam memasuki kegiatan inti pembelajaran. Selain itu, kegiatan awal dilaksanakan untuk membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran, memberikan gambaran yang jelas tentang batas-batas tugas atau kegiatan yang akan dilaksanakan, dan menunjukkan hubungan antara pengalaman anak dengan materi yang akan dipelajari. g

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam tahap kegiatan awal pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.      Menimbukan motivasi dan perhatian siswa
Guru perlu membangkitkan perhatian dan memotivasi siswa sebelum kegiatan berlanjut pada kegiatan inti. Biasanya pikiran siswa masih teringat pada materi pelajaran yang dibahas sebelumnya dalam hal ini guru harus jeli menyiasatinya dengan memfokuskan perhatian siswa. Misalnya, dengan menyampaikan cerita yang menimbulkan pertanyaan, menunjukkan gambar atau alat peraga. Dengan tumbuhnya motivasi pada siswa, proses pembelajaran akan berlangsung lebih mudah.

2.      Memberi acuan
Dalam kaitan dengan kegiatan awal pembelajaran, memberi acuan diartikan sebagai upaya guru dalam menyampaikan secara spesifik dan singkat gambaran umum tentang hal-hal yang akan dipelajari dan kegiatan yang akan ditempuh selama pembelajaran berlangsung. Kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam memberi acuan, diantaranya adalah sebagai berikut :
      a.       Memberitahukan tujuan (kemampuan) yang diharapkan atau garis besar materi yang akan dipelajari.
Kegiatan paling awal yang perlu dilakukan guru sebelum membahas pelajaran, adalah memberitahukan tujuan atau kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa setelah pembelajaran dilakukan atau garis besar materi yang akan dipelajari siswa. Dengan informasi tersebut, siswa akan memperoleh gambaran yang jelas tentang kemampuan yang dikuasai dan ruang lingkup materi yang akan dipelajari.

      b.      Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh siswa
Dengan menyampaikan kegiatan yang  akan dilakukan selama pembelajarann berlangsung, siswa akan terarah usahanya untuk mencapai kemampuan atau menguasai topik-topik tersebut. Misalnya, jika dalam pembelajaran akan digunakan diskusi maka guru harus menyampaikan teknik/prosedur diskusi tersebut jika yang digunakan eksperimen maka guru harus menyampaikan teknik/prosedur eksperimen atau jika pembelajaran akan berlangsung dengan kerja kelompok maka guru membentuk kelompok dan menyampaikan teknik/prosedur kerja kelompok tersebut dan begitu pula dengan strategi-strategi yang lainnnya. Di samping menyampaikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran berlangsung, guru juga hendaknya menyampaikan informasi tentang sumber-sumber belajar yang mendukung dan dapat digunakan oleh siswa. 

  3.      Membuat kaitan (apersepsi)
Siswa akan tertarik terhadap pelajaran yang diberikan apabila mereka melihat atau hubungan dengan apa yang telah dikenal atau sesuai dengan pengalaman  mereka terrdahulu atau sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka. Ajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang mempunyai kaitan dan sudah dipelajari sebelumnya. Bimbing siswa agar mengemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas jika memang ada. Ceritakan tentang manfaat yang diperoleh dari materi yang akan dipelajari.

4.      Melaksanakan tes awal (pre test)
Hal ini dilakukan untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana bahan pelajaran yang akan dipelajari sudah dikuasai siswa. Tes ini dapat dilakukan secara lisan. ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru sejalan dengan tugasnya di sekolah, khususnya dalam melaksanakan kegiatan awal pembelajaran diantaranya adalah guru hendaknya :
a.       Memahami latar belakang (termasuk kemampuan) siswa,
b.      Dapat membangkitkan (menarik) perhatian siswa sehingga perhatian terpusat pada pelajaranyang akan diikutinya,
c.       Dapat memberikan bimbingan  belajar secara kelompok maupun individu,
d.      Dapat menciptakan interaksi edukatif yang efektif sehingga siswa meresakan adanya suasana belajar yang aman dan menyenangkan,
e.       Memberikan penguatan pada siswa,
f.       Menanamkan disiplin pada siswa.

B. KEGIATAN INTI DALAM PEMBELAJARAN
          Merupakan kegiatan yang utama dalam proses pembelajaran atau dalam proses penguasaan pengalaman belajar (learning experience) siswa. Pada prinsipnya kegiatan inti dalam pembelajaran adalah suatu proses pembentukan pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang dilaksanakan dalam durasi waktu tertentu.
Kegiatan inti dalam pembelajaran sangat memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam membentuk kemampuan siswa yang telah ditetapkan. 

     1.   Pembahasan Materi Pelajaran Dalam Pembelajaran Klasikal
Kegiatan pembelajaran klasikal cenderung digunakan apabila dalam proses pembelajarannya guru lebih banyak menyajikan materi (eksploratif). Penyajian dalam pembelajaran klasikal lebih menekankan pada kegiatan pemberian informasi atau penjelasan materi yang belum dipahami siswa. Salah satu keunggulan pembelajaran klasikal adalah memberikan kemudahan bagi guru mengorganisasi materi pelajaran, karena bahan pelajaran tersebut seragam diberikan pada siswa.  Pembelajaran klasikal dapat digunakan apabila materi pelajaran lebih bersifat informatif atau fakta. Alternatif metode yang sering digunakan dalam pembelajaran klasikal adalah metode ceramah dan tanya jawab bervariasi atau metode lain yang dianggap sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.
1.      Prinsip-prinsip pembelajaran klasikal
a)      Sistematis
b)      Perhatian dan aktivitas
c)      Media pembelajaran
d)     Latihan penugasan
2.      Kegiatan inti dalam pembelajaran klasikal
a)      Menyajikan (presentasi) bahan pelajaran dengan ceramah bervariasi.
b)      Melakukan asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran.

2.     Pembahasan Materi Pelajaran Dalam Pembelajaran Kelompok
Pembelajaran kelompok merupakan suatu proses pembelajaran yang didesain dalam bentuk kelompok dengan jumlah siswa antara 4 sampai 6 orang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar. Pembelajaran kelompok cenderung banyak digunakan dalam pembelajaran dengan pendekatan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Di samping itu, pembelajaran kelompok sangat memungkinkan siswa untuk mengumpulkan informasi dan membangun pengetahuan secara bekerja sama.




Langkah selanjutnya (kegiatan inti pembelajaran) yang dilakukan guru adalah sebagai berikut :
1)      Menjelaskan secara singkat tentang materi pelajaran yang akan ditugaskan atau yang kan dilatihkan pada siswa.
2)      Memberikan lembaran kerja atau tugas. Pada tahap ini, guru memberikan bimbingan atau arahan/petunjuk yang sistematis secara lisan dan tertulis. Selain itu, guru juga hendaknya memberikan stimulus atau dorongan supaya siswa dapat melakukan interaksi dan asosiasi, sehinngga tugas atau latihan tersebut dapat dilakukan secara optimal.
3)      Memantau dan menilai kegiatan siswa. Pada kesempatan ini guru berkeliling memantau kegiatan yang dilakukan siswa, dan memberikan bantuan atau bimbingan, apa bila ada siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas atau latihan.
Pada akhir kegiatan pembelajaran, guru memeriksa dan menilai tugas atau latihan yang telah dikerjakan oleh siswa serta memberikan balikan terhadap pekerjaan siswa. Guru juga dapat membuat kesimpulan bersama-sama siswa tentang materi pembelajaran yang telah ditugaskan.

 C. KEGIATAN AKHIR DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
A.    Kegiatan Akhir
Kegiatan akhir dalam pembelajaran tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup pelajaran. Yang lebih penting adalah untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap kompetensi yang diharapkan. Dengan melakukan kegiatan akhir pembelajaran, guru akan mengetahui kompetensi yang sudah dan yang belum dikuasai oleh siswa. Kegiatan yang biasa dilakukan guru dalam kegiatan akhir ini adalah memberikan tes baik lisan maupun tertulis. Selain itu, guru hendaknya melakukan kegiatan akhir pembelajaran agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi yang sudah dipelajarinya.
1)      Meninjau Kembali Penguasaan Siswa
Untuk meninjau kembali penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari siswa, guru dapat melakukan dua cara yaitu merangkum (menyimpulkan) pokok materi atau membuat ringkasan materi pembelajaran. Kegiatan merangkum (menyimpulkan) dan membuat ringkasan sebaiknya dilakukan oleh siswa di bawah bimbingan guru sehingga pada saat siswa membuat rangkuman atau kesimpulan atau ringkasan itu salah atau kurang sempurna, guru dapat membetulkan atau menyempurnakan rangkuman/kesimpulan/ringkasan yang dibuat siswa.
 Dalam melaksanakan kegiatan membuat rangkuman/kesimpulan/ringkasan, hendaknya memperhatikan kriteria berikut :
a.       Berorientasi pada acuan hasil belajar dan kompetensi dasar.
b.      Singkat, jelas dan bahasa (tulis/lisan) mudah dipahami.
c.       Kesimpulan/rangkuman/ringkasan tidak keluar dari topik yang telah dibahas.
d.      Dapat menggunakan waktu sesingkat mungkin.

2)      Melaksanakan Penilaian
Kegiatan penilaian dalam proses pembelajaran merupakan kegiatan mutlak yang harus dilaksanakan oleh guru dalam pembelajaran. Melalui kegiatan penilaian akhir guru akan mengetahui tercapai tindaknya kemampuan yang diharapkan dikuasai siswa. Oleh karena itu, guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa. Untuk menbetahui penguasaan siswa terhadap kompetensi yang diharapkan, guru dapat memberikan tes atau meminta siswa untuk membuat ringkasan atau kesimpulan dari materi yang telah dibahas.
Memberikan tes merupakan salah satu kegiatan akhiryang sering dilakukan guru. Untuk itu, guru perlu memiliki kemampuan mengembangkan alat evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa. Tes yang dilakukan pada akhir pembelajaran disebut tes akhir (post-test), yaitu tes yang ditujukan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

B.     Kegiatan Tindak Lanjut Pembelajaran
Dari hasil penilaian dan meninjau kembali penguasaan siswa (kegiatan akhir pembelajaran) , guru akan mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Dengan memperhatikan tingkat penguasaan siswa guru perlu melakukan kegiatan tindak lanjut. Kegiatan tindak lanjut dapat dilakukan di luar jam pelajaran dan disesuaikan dengan alokasi waktu yang tersedia.
Tujuan dari kegiatan tindak lanjut adalah untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa. Berikut ini beberapa kegiatan tindak lanjut yang dapat dilakukan guru dalam upaya mengoptimalkan penguasaan siswa (Ruhimat, 2007). Adapun kegiatan-kegiatan yang harus dikerjakan di antaranya :
1.      Memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah (PR)
Dalam memberikan tugas dan latihan guru perlu memperhatikan waktu yang tersedia dan kemampuan yang dimiliki siswa. Berikan tugas sesuai dengan kemampuan siswa, karena pemberian tugas yang berlebihan dapat membuat siswa frustasi, jenuh, bahkan akan menurunkan motivasi belajarnya. Setiap pemberian tugas kepada siswa harus berorientasi pada kompetensi yang harus dicapai dan memberikan manfaat bagi siswa.
Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru dalam memberikan tugas kepada siswa:
   * Menentukan dan menjelaskan secara singkat tentang topik tugas yang akan diberikan kepada siswa.
    * tentang tahapan tugas yang harus dilakukan oleh siswa.
    * Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang bagian tugas yang belum dipahaminya.
    * Memeriksa dan membahas setiap tugas yang diberikan.


2.    Membahas kembali materi pelajaran yang belum dikuasai siswa
Sebagai tindak lanjut dari adanya kemampuan yang belum dikuasai siswa, guru hendaknya merancang kegiatan untuk membantu siswa menguasai kemampuan yang belum dikuasanya. Dalam hal ini ada dua kemungkinan kegiatan yang dapat dilakukan guru, yaitu:
·         Membahas materi yang belum dikuasai siswa pada saat itu juga
·         Membahas materi tersebut pada pertemuan berikutnya.
3.      Membaca materi dari sumber lain
Kegiatan ini dapat ditugaskan kepada siswa yang belum ataupun yang sudah menguasai kompetensi yang telah ditetapkan. Agar siswa dapat melaksanakan tugas tersebut secara maksimal, sebaiknya guru menyiapkan pertanyaan yang harus dijawab siswa atau meminta siswa membuat laporan hasil membacanya.

4.      Memberikan motivasi atau bimbingan belajar
Guru hendaknya memberikan bimbingan kepada siswa agar mereka mampu memperbaiki kekurangannya. Bimbingan tersebut dapat berupa arahan atau petunjuk yang jelas kepada siswa sehingga tugas yang diberikan dapat diselesaikan secara maksimal. Bimbingan ini akan menjadi dorongan atau motivasi kepada siswa untuk terus belajar.

5.      Menginformasikan topik yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya
Hal ini dilakukan untuk membimbing atau mengarahkan siswa dalam kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam pelajaran. Diharapkan siswa akan mempelajari terlebih dahulu materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya di rumah sebelum mengikuti pelajaran di sekolah.
Setelah guru menganggap kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran selesai dilaksanakan secara optimal dan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, maka langkah selanjutnya guru menutup pelajaran. Jika pelajaran berlangsung pada jadwal yang paling akhir, maka tutuplah pelajaran dengan berdoa bersama siswa.




Terimakasih

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini