Kegiatan remedial
TUGAS
STRATEGI PEMBELAJARAN DI SD
“ kegiatan remedial"
Disusun Oleh:
Nama : Ega Putri Utami
NIM : 1820114
Kelas : PGSD 44
DOSEN PENGAMPU
Yessi Rifmasari, M. Pd.
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ADZKIA
PADANG
2020
1. Pengertian pembelajaran Remedial
Remedial merupakan suatu bantuan untuk mengatasi kesulitan belajar. Ada beberapa program yang bisa dijalankan atau dijadikan acuan dalam melakukan pengajaran remedial antara lain dalam bidang berhitung, membaca pemahaman dan menulis.
Remediasi mempunyai padanan remediation dalam bahasa Inggris. Kata ini berakar kata ‘toremedy’ yang bermakna menyembuhkan. Remediasi merujuk pada proses penyembuahan. Remedial merupakan kata sifat. Karena itu dalam bahasa Inggris selalu bersama dengan kata benda, misalnya ‘remedial work’, yaitu pekerjaan penyembuhan, ‘remedial teaching’ – pengajaran penyembuhan. Di Indonesia, istilah ‘remedial’ sering ditulis berdiri sendiri sebagai kata benda. Mestinya dituliskan menjadi pengajaran remedial, atau kegiatan remedial.
2. Tujuan Remedial
Tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan menguasai kompetensi yang telah ditentukan agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Secara umum tujuan kegiatan remediasi adalah sama dengan pembelajaran pada umumnya yakni memperbaiki miskonsepsi siswa sehingga siswa dapat mencapai kompetensi yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Secara khusus kegiatan remediasi bertujuan membantu siswa yang belum tuntas menguasai kompetensi ditetapkan melalui kegiatan pembelajaran tambahan. Melalui kegiatan remediasi siswa dibantu untuk mengatasi kesulitan belajar yang dihadapinya.
3. Fungsi Remedial
Fungsi korektif, fungsi korektif ini berarti bahwa melalui pengajaran remedial dapat dilakukan pembetulan atau perbaikan terhadap hal-hal yang dipandang belum memenuhi apa yang diharapkan dalam keseluruhan proses pembelajaran.
Fungsi pemahaman, dengan pengajaran remedial memungkinkan guru, siswa, atau pihak-pihak lainnya akan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan komprehensif mengenai pribadi siswa.
Fungsi penyesuaian, pengajaran remedial dapat membentuk siswa untuk bisa beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya (proses belajarnya). Artinya, siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuannya sehingga peluang untuk mencapai hasil yang lebih baik semakin besar.
Fungsi pengayaan, pengajaran remedial akan dapat memperkaya proses pembelajaran, sehingga materi yang tidak disampaikan dalam pengajaran regular, akan dapat diperoleh melalui pengajaran remedial.
Fungsi akselerasi, dengan pengajaran remedial akan dapat diperoleh hasil belajar yang lebih baik dengan menggunakan waktu yang efektif dan efisien.
Fungsi terapeutik, ini berarti bahwa secara langsung atau tidak, pengajaran remedial akan dapat membantu menyembuhkan atau memperbaiki kondisi-kondisi kepribadian siswa yang diperkirakan menunjukkan adanya penyimpangan.
4. Prinsip pembelajaran remedial
Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran remedial sesuai dengan sifatnya sebagai pelayanan khusus antara lain:
a. Adaptif
Setiap peserta didik memiliki keunikan sendiri-sendiri. Oleh karena itu program pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecepatan, kesempatan, dan gaya belajar masing-masing. Dengan kata lain, pembelajaran remedial harus mengakomodasi perbedaan individual peserta didik.
b. Interaktif
Pembelajaran remedial hendaknya memungkinkan peserta didik untuk secara intensif berinteraksi dengan pendidik dan sumber belajar yang tersedia. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa kegiatan belajar peserta didik yang bersifat perbaikan perlu selalu mendapatkan monitoring dan pengawasan agar diketahui kemajuan belajarnya. Jika dijumpai adanya peserta didik yang mengalami kesulitan segera diberikan bantuan.
3. Fleksibilitas dalam Metode Pembelajaran dan Penilaian
Sejalan dengan sifat keunikan dan kesulitan belajar peserta didik yang berbeda-beda, maka dalam pembelajaran remedial perlu digunakan berbagai metode mengajar dan metode penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
4. Pemberian Umpan Balik Sesegera Mungkin
Umpan balik berupa informasi yang diberikan kepada peserta didik mengenai kemajuan belajarnya perlu diberikan sesegera mungkin. Umpan balik dapat bersifat korektif maupun konfirmatif. Dengan sesegera mungkin memberikan umpan balik dapat dihindari kekeliruan belajar yang berlarut-larut yang dialami peserta didik.
5. Kesinambungan dan Ketersediaan dalam Pemberian Pelayanan
Program pembelajaran reguler dengan pembelajaran remedial merupakan satu kesatuan, dengan demikian program pembelajaran reguler dengan remedial harus berkesinambungan dan programnya selalu tersedia agar setiap saat peserta didik dapat mengaksesnya sesuai dengan kesempatan masing-masing.
5. Metode dalam pembelajaran remedial
Metode yang digunakan dalam pembelajaran remedial adalah :
1) Tanya jawab
Metode ini digunakan dalam rangka pengenalan kasus untuk mengetahui jenis dan sifat kesulitannya sehingga mempermudah kegiatan bimbingan belajar. Tanya jawab bisa dilakukan secara individual maupun secara kelompok.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan adalah :
· Memahami dirinya .
· Mengetahui kelebihan dan kekurangannya.
· Memperbaiki cara belajarnya.
· Memungkinkan terbinanya hubungan guru dan siswa.
· Meningkatkan motivasi belajar.
· Merupakan kondisi yang menunjang pelaksanaan penyuluhan.
· Menumbuhkan rasa harga diri.
2) Diskusi
Metode ini digunakan dengan memanfaatkan interaksi antar individu dalam kelompok untuk memprbaiki kesulitan dalam belajar yang dialami oleh kelompok siswa.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan adalah :
· Setiap individu dalam kelompok dapat mengenal diri dan kesulitannya serta menemukan jalan pemecahannya.
· Interaksi dalam kelompok menumbuhkan sikap saling mempercayai dalam kelompok diskusi.
· Membangun kerjasama antar individu dalam kelompok diskusi.
· Menumbuhkan rasa kepercayaan diri.
· Menumbuhkan rasa tanggung jawab.
3) Tugas
Metode ini dapat digunakan dalam rangka mengenal kasus dan pemberian bantuan, dengan pemberian tugas-tugas tertentu baik secara individual maupun kelompok. Dengan begitu siswa yang mengalami kesulitan dapat tertolong.
Tujuan digunakannya metode ini adalah :
· Siswa lebih memahami dirinya.
· Siswa dapat memperluas atau memperdalam materi yang dipelajari.
· Siswa dapat memperbaiki cara-caara belajar yang pernah dialami.
4) Kerja kelompok
Metode ini hamper bersamaan dengan metode pemberian tugas dan metode diskusi, yang penting adalah interaksi diantara anggota kelompok dengan harapan terjadi perbaikan pada diri siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan adalah :
· Adanya pengaruh anggota kelompok yang cakap dan berpengalaman.
· Kehidupan kelompok dapat meningkatkan minat belajar.
· Kehidupan kelompok dapat memupuk tanggung jawab dan saling memahami diri
5) Tutor
Tutor adalah siswa sebaya yang ditunjuk/ditugaskan untuk mrmbantu temannya yang mengalami kesulitan belajar karena hubungan antar teman umumnya lebih dekat dibandingkan dengan gurunya. Dengan petunjuk-petunjuk dari guru, tutor dapat membantu teman-temannya yang sedang mengalami kesulitan. Tutor berperan sebagai pemimpin dalam kegiatan kelompok sebagai pengganti guru. Pemilihan tutor ini didasarkan atas prestasi, punya hubungan sosial yang baik dan cukup disenangi oleh teman-temannya.
Kebaikan metode ini dalam rangka pengajaran perbaikan adalah :
· Adanya hubungan yang lebih dekat dan akrab.
· Tutor sendiri kegiatannya merupakan pengayaan dan menambah motivasi belajar.
· Dapat meningkatkan rasa tanggung jawab.
6) Pengajaran individual
Pengajaran individual adalah interaksi antara guru dengan siswa secara individual dalam proses belajar mengajar. Pendekatan metode ini bersifat individual sesuai dengan kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Materi yang diberikan mungkin pengulangan, mungkin materi baru dan mungkin pengayaan apa yang telah dimiliki oleh siswa.
Saya menyukai artikelnya
BalasHapusBerupa apa bentuk apa tugas remedial yang dilakukan oleh guru agar anak tidak menggulang lagi?
BalasHapusArtikelnya bagus
BalasHapusartikelnya bagus
BalasHapusbagus
BalasHapusartikelnya bagus terima kasih sudah di share
BalasHapusartikelnya sangat membantu
BalasHapus